Senin, 25 Juli 2016

Parameter POST dan GET

Pada Form yang dibuat ada beberapa cara untuk mengirim data dengan parameter GET dan POST. Perbedaan keduanya adalah :

POST, digunakan untuk mengambil informasi yang dikirim lewat elemen-elemen form sebagai parameter POSTING . Sintak yang digunkan adalah sebagai berikut :

         $user = $_POST['username'];

GET, digunakan untuk mengambil informasi yang dikirim lewat URL parameter. Sintak yang digunakan adalah sebagai berikut :

                      $user = $_GET['username'];

Perlu diingat bahwa sintak ini menggunakan case-sensitive. Berikut contoh bagaimana menggunakan parameter POST dan GET.


<?php 
if (isset($_POST["proses"]) and $_POST["proses"] == "form1"){ 
   $username = trim($_POST["nama"]); 

?> 
<html> 
<head> 
<title>SIMPLE FORM</title> 
</head> 

<body> 
<form name="form1" method="post" action="<?php echo $_SERVER['PHP_SELF']; ?>"> 
   Nama Anda 
   <input type="text" name="nama" id="nama"> 
   <input name="proses" type="hidden" id="proses" value="form1"> 
   <input type="submit" name="button" id="button" value="Kirim"> 
</form> 
<?php 
if (!empty($username)){ 
   echo "<hr />"; 
   echo "Your name is " . $username; 
}else{ 
   echo "<hr />"; 
   echo "Sorry, Type your name"; 

?> 
</body> 
</html>



Nama Anda  

Your name is andri
Read More

Teknik Modulasi (include, include_once, require dan require_once)

Teknik modulasi yang sangat bermanfaat pada saat membuat sebuah aplikasi web. Konsep teknik modulasi sebenarnya merupakan proses pemisahaan aplikasi menjadi bagian perbagian agar lebih mudah dalam proses pengembangan ataupun maintenance, dengan demikian proses pemeriksaan kesalahaan atau debug akan lebih muah dan cepat.



Setelah program dipisahkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, selanjutnya kita akan menyatukan kembali fungsi tersebut di dalam program induk. Proses ini mebutuhkan fungsi built-in yang sudah disediakan oleh PHP untuk menyatukan modul-modul tersebut agar dapat digunakan secara bersamaan.


1. INCLUDE()
 include(), digunakan untuk mengikutsertakan file lain kedalam halaman yang sedang kita buat Adapun penggunaannya adalah :

     include "filexxx,php";

include(), bertipe case-sensitive sebagai contoh kita akan membuat 2 file yaitu list2_13, yang berisi daftar huruf dan file2_14 yang akan menggunakan file tersebut.


contoh membuat urutan abjad file dengan nama list2_13.php


<?php 

echo "Index : "; 

for ($i=65; $i < 91; $i++){ 
   echo "<a href=# title=" . chr($i) . ">"; 
   echo chr($i); 
   echo "</a>&nbsp;"; 

echo "<hr />"; 
?>


Penjelasan :

Fungsi chr(), yang digunakan untuk mengubah bilangan integer menjadi huruf. Kemudian kita akan membuat file dengan nama file2_14.php


Cara membuat include(),

masukkan skrip ini kedalam file2_14.php lalu silahkan anda jalankan dilocalhost 


<?php include "list2_13.php"; ?> 
<html> 
<head> 
   <title>Untitled Document</title> 
</head> 

<body> 
   <p>Halo.. apa kabar</p> 
   <p>ini adalah web test kami</p> 
</body> 
</html> 




2. INCLUDE_ONCE()

include_once(), secara prinsip sama seperti pada include(), dari segi penggunaannya dan terminologi lainnya. Akan tetapi dengan menggunakan include_once(), maka file yang sama tidak akan boleh dimasukkan lebih dari satu- jadi hanya satu file saja yang dapat dimasukkan ke halaman utama

Contoh menggunakan include_once(),


<?php include_once "list2_13.php"; ?> 
<?php include_once "list2_13.php"; ?> 
<html> 
<head> 
   <title>Untitled Document</title> 
</head> 

<body> 
   <p>Halo.. apa kabar</p> 
   <p>ini adalah web test kami</p> 
</body> 
</html> 


Penjelasan :  pada baris pertama dan kedua, menggunakan include_once(), dengan file ayng sama. Fungsi ini bertugas melakukan pemeriksaan terhadap file ganda maka secara otomatis salah satu file tersebut akan diabaikan.


3. REQUIRE DAN REQUIRE_ONCE()

Sama seperti include() dan include_once, yaitu melakukan proses penggabungan dengan file-file lain kedalam file induk. Perbedaan yang mendasar adalah require() atau require_once() akan memberikan informasi fatal error jika file bersangkuran tidak ditemukan atau terjadi kesalahan pada file tersebut dan halaman web akan berhenti sehingga script lainnya ditak akan dieksekusi.

Read More

Minggu, 20 Maret 2016

Contoh Penggunaan Fungsi WHILE

Selain blok do-while (), PHP menyediakan proses looping lainnya yaitu blok while(). Proses ini menggunakan terminology yang sama seperti pada Bahasa C/C++. Adapun sintaknya adalah :

<?php

$NilaiAwal = 0;
$NilaiAkhir = 10;

while($NilaiAwal < $NilaiAkhir)
{
   if (!($NilaiAwal % 2)) {
      echo "$NilaiAwal adalah bil. genap";   
      echo "<br />";
   }
   $NilaiAwal++;
}

?>


Keluaran :

0 adalah bil. genap
2 adalah bil. genap
4 adalah bil. genap
6 adalah bil. genap
8 adalah bil. genap
Read More

Contoh Cara Menentukan Bilangan Ganjil Dengan Fungsi DO-WHILE

<?php

$NilaiAwal = 0;
$NilaiAkhir = 10;

do{
   if ($NilaiAwal % 2) {
      echo "$NilaiAwal adalah Bil. Ganjil";
      echo "<br />";
   }
   $NilaiAwal++;
}while($NilaiAwal < $NilaiAkhir);

?>



Keluaran :
                           1 adalah Bil. Ganjil
                           3 adalah Bil. Ganjil
                           5 adalah Bil. Ganjil
                           7 adalah Bil. Ganjil
                           9 adalah Bil. Ganjil
Read More

Contoh Menggunakan Fungsi DO-WHILE

Do..While, merupakan pengulangan yang banyak digunakan dalam Bahasa pemograman seperti C/C++. PHP mendukung sepenuhnya teknik penggunaan do-while. sintaknya sebagai berikut :

<?php

$nourut = 1;

do{
   echo "No Urut. " . $nourut;
   echo "<br />";
   $nourut++;
}while($nourut <= 5);

?>


Keluaran :

No Urut. 1
No Urut. 2
No Urut. 3
No Urut. 4
No Urut. 5
Read More

Penggunaan Fungsi FOREACH

Selain fungsi for, php menyediakan cara mengakses data dalam bentuk array yaitu menggunakan foreach(). Secara konsep foreach() merupakan penggabungan antara fungsi for dan each di dlam PHP. foreach() lebih tepat digunakan pada saat kita mengakses data dalam bentuk array. Perhatikan contoh berikut :

<?php

// contoh pertama mengakses
// data array dengan for

$dataArray = array ("red", "green", "blue", "yellow");

echo "Mengakses Data Array dengan For :" . "<br />";
$jmlData = sizeof($dataArray);
for ($i=0; $i < $jmlData; $i++) {
   echo "Warna = " . $dataArray[$i];
   echo "<br />";
}

// contoh mengakses data dengan
// menggunakan foreach
echo "<br />";
echo "Mengakses Data Array dengan foreach :" . "<br />";
foreach ($dataArray as $value) {
   echo "Warna = " . $value;
   echo "<br />";
}

?>


Keluaran :

Mengakses Data Array dengan For :
Warna = red
Warna = green
Warna = blue
Warna = yellow

Mengakses Data Array dengan foreach :
Warna = red
Warna = green
Warna = blue
Warna = yellow
Read More

Proses Pengulangan Pada Form dengan Fungsi For

Silahkan kopi paste sintak dibawah ini lalu jalankan di browser anda dan lihat hasilnya .


<head>
<title>Menggunkan For...Loop</title>
</head>

<body>
<form name="form1" method="post" action="">
   <table width="100%" border="0" cellpadding="2">
   
   <tr>
      <td>Tampilkan TextField dengan For</td>
   </tr>
   <?php for($i=0; $i < 5; $i++){ ?>
<tr>
      <td>Daftar Nama
      <input type="text" name="nama[]" id="nama[]">
      </td>
   </tr>
   <?php } ?>
</table>
</form>
</body>
</html>


Keluaran :

Tampilkan TextField dengan For
Daftar Nama
Daftar Nama
Daftar Nama
Daftar Nama
Daftar Nama

Read More

Contoh Penggunaan Fungsi FOR

for merupakan salah satu fungsi untuk melakukan proses pengulangan. dimana sintaks dan terminologinya mengikuti perilaku dari Bahasa pemograman C/C++. Adapun sintaknya adalah :

<?php

echo "Contoh pertama :<br />";
$NilaiAwal = 1;
$NilaiBatas = 20;

for ($NilaiAwal; $NilaiAwal <= $NilaiBatas; $NilaiAwal++) {
   echo "Nilai ke $NilaiAwal ";
   echo "<br />";
}

echo "<br />Contoh Kedua : <br />";

for ($baris=1; $baris <= 5; $baris++)
{
   for ($kolom=1; $kolom <= 6; $kolom++)
   {
      echo "[" . $baris ."," . $kolom ."] ";
      echo "&nbsp;&nbsp;";
   }
   echo "<br />";
}

?>


Keluaran :

Contoh pertama :
Nilai ke 1
Nilai ke 2
Nilai ke 3
Nilai ke 4
Nilai ke 5
Nilai ke 6
Nilai ke 7
Nilai ke 8
Nilai ke 9
Nilai ke 10
Nilai ke 11
Nilai ke 12
Nilai ke 13
Nilai ke 14
Nilai ke 15
Nilai ke 16
Nilai ke 17
Nilai ke 18
Nilai ke 19
Nilai ke 20

Contoh Kedua :
[1,1]   [1,2]   [1,3]   [1,4]   [1,5]   [1,6]  
[2,1]   [2,2]   [2,3]   [2,4]   [2,5]   [2,6]  
[3,1]   [3,2]   [3,3]   [3,4]   [3,5]   [3,6]  
[4,1]   [4,2]   [4,3]   [4,4]   [4,5]   [4,6]  
[5,1]   [5,2]   [5,3]   [5,4]   [5,5]   [5,6]   
Read More

Contoh Penggunaan Fungsi SWITCH CASE

Seperti pada Bahasa pemograman lainnya , PHP mendukung proses percabangan dengan menggunakan switch..case . Konsep utama dari fungsi ini sama dengan penggunaan fungsi if, yang akan menjalankan suatu eksekusi program berdasarkan kondisi yang di periksa. Fungsi ini dapat melakukan proses pengontrolan untuk kondisi yang lebih dari 3 ekspresi. Sekalipun fungsi if dapat melakukannya namun akan menyebabkan script tersebut tidak mudah terkontrol. Perhatikan contoh dibawah ini :



<?php

   $nilai1 = 100;
   $nilai2 = 150;
   $proses = "penjumlahan";
   
   switch($proses)
   {
      case "perkalian" :
            $hasil = $nilai1 * $nilai2;
            break;
      case "penjumlahan" :
            $hasil = $nilai1 + $nilai2;
            break;
      default:
            $hasil = "Error Tidak ada hasil";
            break;
   }
   echo "Hasil $proses = " . $hasil;
   
?>

Keluaran :

                  Hasil penjumlahan = 250
Read More

Pengunaan Fungsi Kontrol ElSEIF

Dengan menggunakan else..if kita dapat melakukan proses pengontrolan terhadap kondisi yang lain dalam satu blok if. Dengan demikian proses pengondisian dapat dilakukan lebih darri dua kondisi atau tiga kondisi.

Contoh Penggunaan Fungsi elseif :

<?php

   $a = 6;
   
   if ($a == 5) {
      echo "a sama dengan 5";   
   }elseif($a == 6){
      echo "a sama dengan 6";
   }else{
      echo "a tidak sama dengan 5 atau 6";   
   }

?>


Keluaran :

a sama dengan 6
Read More

Pengunaan Fungsi ELSE

Fungsi Else merupakan kelanjutan dari IF, dimana jika kodisi benar maka statement pertama yang akan dilaksanakan , tetapi jika kondisi salah maka statement yang dilaksanakan statmen yang ada diblok else .

Perhatikan contoh berikut ini :

<?php

   $nilaiX = 456;
   $nilaiY = 124;
   
   echo "\$nilaiX = " . $nilaiX;
   echo "<br />\$nilaiY = " . $nilaiY . "<br />";
   if ($nilaiX < $nilaiY) {
      echo "\$nilaiX Lebih Kecil dari \$nilaiY";   
   }else{
      echo "\$nilaiX Lebih Besar dari \$nilaiY";   
   }
   
?>


Keluaran :

$nilaiX = 456
$nilaiY = 124
$nilaiX Lebih Besar dari $nilaiY


Read More

Cara Pengunaan Fung IF

<?php

   $nilaiX = 100;
   $nilaiY = 124;
   
   echo "Cara 1 : " . "<br />";
   if ($nilaiX < $nilaiY)
      echo "\$nilaiX < \$nilaiY";
   
   echo "<br />";
   echo "Cara 2 : " . "<br />";
   if ($nilaiX < $nilaiY){
      echo "\$nilaiX < \$nilaiY";   
   }

?>


Keluaran :

Cara 1 :
$nilaiX < $nilaiY
Cara 2 :
$nilaiX < $nilaiY
Read More

Selasa, 06 Oktober 2015

Pengunaan Operator Array Pada PHP

PHP mendukung proses manipulasi terhadap dua array atau lebih, prose ini dapat berupa union dan sebagainya. Perhatikan tabel berikut ini :

Contoh Nama Hasil
$a + $b Union (gabungan) Menggabungkan array $a dengan $b
$a == $b Equity (sama) Benar, jika array $a dan $b memiliki jumlah key dan value yang sama
$a===$b Identity (identik) Benar, jika array $a dan $b memiliki key / value , urutan dan tipe data yang sama
$a!=$b Inequality (tidak sama) Benar, jika array $a tidak sama dengan array $b
$a<>$b Inequality (tidak sama) Benar, jika array $a tidak sama dengan array $b
$a!==$b Not identity (tidak identik) Benar, jika array $a tidak identik dengan array $b

Contoh :

<?php 

$array1 = array (1=>"satu", 2=>"dua"); 
$array2 = array (1=>"satu", 2=>"dua", 3=>"tiga"); 
$array3 = array ("1"=>"apel", "2"=>"mangga", "3"=>"pisang"); 

$union1to2 = $array1 + $array2; 
$union2to1 = $array2 + $array1; 
$union3to2 = $array3 + $array2; 
echo "Union :" . "<br />"; 
var_dump($union1to2); 
echo "<br />"; 
var_dump($union2to1); 
echo "<br />"; 
var_dump($union2to3); 

echo "<br /><br />Operator == dan != : "; 
$equality1to2 = ($array1 == $array2); 
echo "<br />" . "Apakah \$array1 == \$array2 ?, "; 
var_dump($equality1to2); 

$notEquality1to2 = ($array1 != $array2); 
echo "<br />" . "Apakah \$array != \$array2 ?, "; 
var_dump($notEquality1to2); 

?>

Keluaran :
                   Union :
                   array(3) { [1]=> string(4) "satu" [2]=> string(3) "dua" [3]=> string(4) "tiga" }
                   array(3) { [1]=> string(4) "satu" [2]=> string(3) "dua" [3]=> string(4) "tiga" }


                   NULL

                   Operator == dan != :
                   Apakah $array1 == $array2 ?, bool(false)
                   Apakah $array != $array2 ?, bool(true)
Read More

Penggunaan Operator String pada PHP

PHP mengenal dua model operator yaitu tanda "." yang kita sebagai concatenation operator atau operator penyambungan string dan ".=" sebagai operator penugasan penyambungan string  (Concatenation Assignment Operator). Operator ini sama perilakunya dengan $x=$x.$y atau $x.=$y . Perhatikan contoh berikut ini :

<?php 

echo "Menggunakan Operator String<br />"; 
$string1 = "Hallo"; 
$string2 = "World"; 
// operator concatenation 
$stringGabung = $string1 . " " . $string2; 
echo $stringGabung . "<br />"; 
// operator assignment 
$stringGabung .= "<br />Ternyata Pemrograman PHP "; 
$stringGabung .= "Sangat mudah ya"; 
echo $stringGabung . "<br />"; 

?>

Keluaran :

                  Menggunakan Operator String
                  Hallo World
                  Hallo World
                  Ternyata Pemrograman PHP Sangat mudah ya
Read More

Contoh Penggunaan Increment / Decrement di PHP

PHP mendukung gaya penulisan dari C/C++ untuk operator kenaikan (increment) atau penurunan (decrement). Perhatikan tabel berikut :

Contoh Nama Efek
++$a Pre-increment Naikkan nilai $a dengan 1, kemudian kembalikan nilai $a
$a++ Post-increment Kembalikan nilai $a, kemudian naikkan $a dengan nilai 1
--$a Pre-decrement Turunkan nilai$a dengan1 , kemudian kembalikan nilai $a
$a-- Post-decrement Kembalikan nilai $a, kemudian turunkan dengan nilai 1

Contoh :

<?php 

   $x = 5; 
   echo "Nilai \$x=$x<br />"; 
   ++$x;                   
   echo "Lakukan ++\$x = "; 
   echo $x; 
   $x++;       
   echo "<br />Lakukan \$x++ = "; 
   echo $x; 

?>

Keluaran  :
                   Nilai $x=5
                   Lakukan ++$x = 6
                   Lakukan $x++ = 7
Read More

Minggu, 27 September 2015

Contoh Menggunakan Kontrol Kesalahan | Tutorial PHP

Operator ini di gunakan untuk mencegah tampilnya peringatan kesalahan di browser simbol yang di gunakan adal @. Perhatikan contoh berikut :

<?php

$host = "localhost";
$user = "root";
$pass = "root";

$koneksi = @mysql_pconnect($host,$user,$pass) or die ("Terjadi kesalahan");

?>


Output:
            Terjadi kesalahan
Read More

Sabtu, 26 September 2015

Operator Ternary di PHP | Tutorial PHP

Operator ternari di gunakan untuk membandingkan variabel dalam satu perintah/sintaks saja. Fungsi yang digunakan adalah sebagai berikut :

(kodisi) ? (expresi1) : (expresi2), misalnya
($a<$b) ? "benar" : "salah"

Kode di atas terlihat bahwa jika kondisi bernilai benar maka expresi1 akan dieksekusi, begitu sebaliknya, jika kondisi salah maka expresi2 yang akan dieksekusi. Operator ini dapat menggantikan fungsi if() untuk kasus yang sederhana .

Contoh :

<?php 

   $x = 1345.67; 
   $y = 3345.65; 
    
   $hasil = ($x < $y) ? "Benar" : "Salah"; 
   echo "Apakah benar $x < $y? "; 
   echo $hasil; 
   echo "<br /><br />"; 

?>

Keluaran :
                    Apakah benar 1345.67 < 3345.65? Benar
Read More

Contoh Penggunaan Operator Pembandingan | Tutorial PHP

<?php 

   $a = 100; 
   $b = 120; 
   $c = 134.50; 
    
   $hasil = $a > $b; 
   $test = $a !== $c; 
   echo "Apakah $a > $b ?<br />"; 
   echo "Jawabannya : "; 
   var_dump($hasil); 
   echo "<br /><br />"; 
   echo "Apakah $a !== $c?"; 
   echo "<br />"; 
   echo "Jawabannya : "; 
   var_dump($test); 
   echo "<br />Apakah $a === $b? "; 
   var_dump($a === $b); 
    
?>

Output :
              Apakah 100 > 120 ?
              Jawabannya : bool(false)

             Apakah 100 !== 134.5?
             Jawabannya : bool(true)
             Apakah 100 === 120? bool(false)
Read More

Operator Pembandingan Pada PHP | Tutorial PHP

Operator pembandingan berfungsi sesuai dengan namanya yaitu untuk membandingkan dua angka. Perhatikan tabel berikut ini :

Contoh Nama Hasil
$a==$b Sama dengan Benar, jika $a sama dengan $b
$a===$b Indentik benar, jika $a sama dengan $b dan keduanya mempunyai tipe data yg sama
$a!=$a Tidak sama dengan Benar, jika $a tidak sama dengan $b
$a!==$b Tidak indentik Benar, jika $a tidak sama dengan $b dan kedua tidak memiliki tipe data yang sama
$a<$b Lebih kecil Benar, jika $a lebih kecil dari $b
$a>$b Lebih besar Benar, jika $a lebih besar dari $b
$a<=$b lebih kecil atau sama dengan Benar, Jika $a lebih kecil atau sama dengan $b
$a>=$b Lebih besar atau sama dengan Benar, jika $a lebih besar atau sama dengan $b
Read More

Operator Penugasan di PHP | Tutorial PHP

Operator ini menggunakan tanda '=', hal ini bukan berarti variabel sebelah kiri sama dengan sebelah kanan akan tetapi lebih spesifik lagi yaitu operand sebelah kiri akan berisi nilai yang ada pada operand sebelah kanan. Sehingga apabila kita mendefinisikan seperti berkut ini :

                   $nilai = 10, ini berarti masukan $nilaix dengan 10


Read More